Friska Squad Ngonten

Dari Member Jadi Tim di Belakang Layar: Cerita Friska di Squad Ngonten

Seperti member lainnya, Friska awalnya bergabung ke Squad Ngonten hanya untuk belajar ngonten. Saat itu, ibu rumah tangga dengan niche konten mom & kids ini merasa masih banyak hal yang belum ia pahami tentang dunia content creator. Ia pun mulai mencari lingkungan yang bisa membantunya berkembang sekaligus memberi teman sefrekuensi. Squad Ngonten adalah salah satunya.

Bagi Friska, Squad Ngonten menjadi tempat untuk belajar banyak hal baru. Mulai dari editing, voice over, sampai pengalaman mengikuti berbagai job konten bersama komunitas.

“Di Squad Ngonten, aku dapat teman baru sefrekuensi, cuan pastinya, ilmu editing, voice over, main di playground gratis, staycation gratis, produk gratis, pokoknya banyak, deh 😍😍,” ungkapnya.

Sambil terus belajar, Friska juga mulai menikmati berbagai pengalaman selama menjadi konten kreator. Baginya, beberapa job justru terasa seperti cara baru untuk recharge energi sambil tetap berkarya.

“Pengalaman yang seru selama ngonten, dapat fee yang lumayan besar, dapat produk incaran, bahkan pengalaman serunya visit sana-sini, berasa healing walaupun jauh. Job visit itu seperti ngonten sambil recharge energi hahaha.”

Namun, perjalanan Friska di Squad Ngonten ternyata tidak berhenti sebagai member. Seiring waktu, ia justru mendapat kesempatan menjadi tim support yang ikut mengelola para member di balik layar komunitas. Dari situ, ia mulai melihat sisi lain sebuah komunitas yang sebelumnya tidak terlalu ia sadari.

“Squad Ngonten memberikan pengalaman bagi aku untuk menjadi tim di balik layarnya hihihi, yang dulu kupikir enak, ternyata dar der dor juga ya ada di balik layar itu 😅😅,” ujar Friska.

Awalnya, Friska mengaku sempat kaget dengan peran barunya. Dari yang sebelumnya menjadi member, kini ia justru harus handle member lain. Menurutnya, pengalaman itu seperti sedang melihat dirinya sendiri di masa lalu saat masih menjadi member.

Peran baru itu juga membuat Friska belajar banyak hal. Mulai dari menjaga kebersamaan di dalam komunitas, menghadapi banyak pertanyaan dari member, sampai belajar memahami karakter orang yang berbeda-beda.

“Belajar menghidupkan kebersamaan, kekeluargaan. Sampai sekarang sih masih belajar juga 😂😂. Belajar sabar menghadapi banyaknya pertanyaan dari member, belajar profesional juga, sedikit-sedikit memahami karakter member.”

Di balik semua tantangan itu, Friska juga merasa mendapatkan hubungan pertemanan baru yang tak disangka-sangka.

“Oh iya, sama bisa dapet besti baru juga yang benar-benar belum pernah ketemu, tapi dia selalu support 🥰”

Bagi Friska, menjadi tim support Squad Ngonten memang terasa nano-nano. Ada bahagia, deg-degan, takut, sampai pening kepala dalam waktu yang bersamaan. Namun, justru dari pengalaman itu, ia merasa belajar banyak hal yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Pokoknya jadi tim support Squad Ngonten itu nano nano rasanya. Ada bahagianya, ada deg-degannya, ada takutnya, ada pening kepalanya juga hahaha.”

Dari kisah Friska, kita bisa belajar bahwa bertumbuh kadang datang dari kesempatan kecil yang awalnya terlihat sederhana. Dari sekadar mencoba sesuatu yang baru, lalu perlahan membuka jalan pada pengalaman, tanggung jawab, dan peran yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Mampir ke Instagram Friska

Komunitas Squad Ngonten

Menjadi Perempuan yang Berkarya, Berdaya, dan Berdampak

Bangun skill kreatif bersama lingkungan yang supportif.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *