tips ngonten buat mom creator

Tips Ngonten buat Pemula: Tidak Perlu Pikirkan Niche Dulu

Banyak tips ngonten buat pemula menyarankan agar menentukan niche sejak awal. Katanya, kalau niche kamu fokus dan spesifik, audiens akan lebih mudah memahami “Oh akun ini tuh ngomongin ini.”

Iya sih… benar.

Tapi, sejujurnya, kami sih setengah percaya dengan tips itu. Berdasarkan pengalaman kami membantu para member pemula di Squad Ngonten, sebaiknya kamu tidak dipusingkan terlebih dahulu untuk menentukan niche.

“Ngonten saja dulu semampu kita, sebanyak mungkin,” ungkap Mom Sovi, founder Squad Ngonten. “Niche nanti akan ketemu dengan sendirinya.”

Kenapa begitu, ya?

 

Masalah Pemula Bukan Niche, tetapi Membangun Habit Ngonten

Di tahap awal, isu terbesar bukanlah positioning atau branding, melainkan hal-hal yang sederhana tapi bikin keringetan:

  • Belum terbiasa bicara di depan kamera (kameranya diam, tapi kitanya yang gugup ya mom).
  • Masih belajar merangkai cerita sederhana.
  • Bingung menentukan ide konten (galaw).
  • Takut salah arah.

Kalau dipaksa mikirin niche dari sekarang, energi habis buat berpikir… bukan bikin konten.

Padahal tanpa konten:

  • tidak ada data,

  • tidak ada evaluasi,

  • dan tidak ada kemajuan.

Yang ada cuma draft yang nggak pernah jadi.

 

Niche Itu Bukan Keputusan Awal, Tapi Hasil Proses

Serius, mom, faktanya banyak kreator besar juga memulai dari acak adut tapi konsisten. Mereka coba apa saja:

  • curhat,

  • edukasi,

  • review,

  • cerita sehari-hari,

  • video aesthetic makan Indomie jam 11 malam.

Dari proses mencoba itulah akhirnya terlihat pola:

  • Topik tertentu terasa paling ngalir.

  • Gaya tertentu paling nggak bikin capek.

  • Format tertentu paling disukai audiens.

Jadi niche itu bukan ditentukan dengan seminar 3 jam, tetapi terbentuk dari pengalaman kamu… dan dari konten yang jumlahnya cukup banyak sampai algoritma ikut menyerah dan berkata, “Oke, aku paham sekarang.”

 

Menemukan niche yang paling nyaman bagi dirimu bukanlah proses sekali jadi. Kamu perlu waktu, belajar dari pengalaman, evaluasi, renungan, diskusi, dan sebagainya.

 

Pemula Idealnya Fokus ke “Volume”, Bukan “Niche”

Untuk tahap awal, prinsip paling sehat bukan mempersempit identitas, melainkan:

Perbanyak produksi konten terlebih dahulu.

Volume konten memberikan beberapa keuntungan besar:

  • Melatih skill ngomong, storytelling, dan editing—tanpa teori kebanyakan
  • Mengenali karakter asli dirimu sebagai kreator (bukan versi ideal yang cuma ada di kepala)
  • Mengetahui apa yang paling resonan dengan audiens.

Menentukan niche tanpa pengalaman produksi itu ibarat menentukan menu katering tanpa tau kamu bisa masak apa. Bisa-bisa jualan sushi tapi rebus mie instan saja gosong.

Jebakan Menentukan Niche Terlalu Cepat

Terlalu cepat memutuskan niche justru bisa memicu beberapa masalah sebagai berikut.

1. Dirimu jadi penuh kepalsuan

Kamu memilih niche karena “katanya menguntungkan”, bukan karena cocok. Akhirnya, alih-alih bertumbuh, kamu malah cepat lelah dan berhenti. Kamu mengejar apa yang bukan menjadi nilaimu.

2. Overthinking

Waktu habis untuk memikirkan positioning, bukan membuat konten.

3. Berkarya jadi kaku

Kamu cenderung takut bereksperimen karena merasa sudah “terkunci niche”, padahal tahap awal semestinya adalah fase bermain dan eksplorasi.

 

Urutan yang Lebih Sehat untuk Pemula

Alih-alih mengikuti pola lama:

Tentukan niche → baru bikin konten

Pendekatan yang jauh lebih realistis adalah:

✅ Bikin konten → evaluasi → temukan pola → niche mengkristal

Langkah praktisnya:

  1. Mulai posting konten apa saja yang sanggup dan ingin dibagikan.
  2. Konsisten selama 1–3 bulan.
  3. Perhatikan:
    • Topik apa yang paling sering terulang?
    • Konten apa yang paling nyaman dibuat?
    • Konten apa yang mendapat respon terbaik?
  4. Pilih 2–3 tema dominan.
  5. Dari sana, niche terbangun secara alami.

 

Niche yang Bertahan Itu Bukan yang Dipilih, Tapi yang Terbukti

Niche yang kuat dan tahan panjang biasanya memenuhi tiga unsur utama:

  1. Nyaman dijalani jangka panjang.
  2. Disukai atau dibutuhkan audiens.
  3. Berangkat dari pengalaman otentik kreatornya.

Semua unsur tersebut hanya bisa dikenali lewat praktik langsung, bukan sekadar perhitungan di atas kertas.

 

Kesimpulan: Bergerak Dulu, Sempurnakan Kemudian

Bagi kreator pemula, khususnya mom creator yang mulai dari nol, aturan tunggal yang paling penting adalah:

Mulai dulu. Konsisten dulu. Niche menyusul.

Tidak ada konten yang akan jadi sempurna di hari pertama, melainkan butuh proses bertumbuh dari satu posting ke posting berikutnya.

Niche bukan titik awal perjalanan kreator, melainkan titik temu antara:

  • Kesukaan personal,
  • Konsistensi berkarya,
  • Kebutuhan audiens.

Dan titik temu itu hanya bisa ditemukan ketika kamu berani berjalan lebih dulu—bukan menunggu semuanya terlihat jelas sejak langkah pertama.

 

Mau paham lebih lanjut?

Simak Cerita dari Member Squad Ngonten tentang Konten Pertama Mereka (coming soon).

Similar Posts

3 Comments

  1. Sebagai newbie tuh bingung, galau, ovt jdi 1 sama niche aku awalnya gymmom eh kadang foodies kadang travel tapi ku pikir masa ada batasannya aku ngonten. Bismillah 2026 aku bisa growth dengan SquadNgonten. Terimakasih materinya daging bgt

    1. Hai mom Maretha semangat terus ngontennya yaaa.. jangan pernah lelah buat belajar bareng dan jangan ragu bertanya dengan teman2 di grup utama yaa.. bersinar dan bercuan buat kita tahun ini.. aaamiiiinnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *