Dari Dapur ke Dunia Konten: Perjalanan Dhantie Bertumbuh sebagai Mom Creator
Setiap kreator memiliki titik awalnya masing-masing. Ada yang berangkat dari ambisi besar, ada pula yang tumbuh perlahan dari keseharian yang sederhana. Perjalanan Dhantie sebagai mom creator termasuk yang kedua—bermula dari rumah, dari rutinitas sebagai ibu, dan dari keberanian untuk mencoba meski belum sepenuhnya yakin.
Memulai dari Kebingungan yang Sangat Manusiawi
Seperti banyak kreator pemula lainnya, Dhantie tidak langsung tahu arah. Ia justru memulai dengan pertanyaan yang sangat jujur dan manusiawi.
“Waktu pertama ngonten aku bingung, mau bikin konten apa. Karena masih punya bayi, aku fokus mikir konten apa yang bisa dilakukan di rumah.”
Kondisi tersebut membentuk pilihannya. Aktivitas rumah tangga menjadi ruang paling memungkinkan, dan memasak pun menjadi pintu masuknya ke dunia konten. Dari situ, perlahan ia belajar memahami ritme, sekaligus menerima bahwa memulai tidak harus sempurna.
Konten sebagai Passion
Seiring waktu, Dhantie menyadari satu hal penting: alasan ia bertahan bukan karena tuntutan, melainkan karena rasa suka. Di tengah lelahnya peran sebagai ibu, konten justru menjadi ruang yang memberinya energi.
“Bagiku, konten itu adalah passion. Jadi, walaupun capek, aku happy banget ngejalaninnya.”
Kalimat ini sederhana, tetapi menjelaskan banyak hal. Passion membuat lelah terasa lebih ringan dan proses terasa layak dijalani. Dari sini pula konsistensi mulai terbentuk—bukan karena paksaan, melainkan karena keinginan.
Menjalani Banyak Peran dengan Ritme Sendiri
Sebagai ibu dengan banyak tanggung jawab, manajemen waktu menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari. Hari-hari Dhantie dimulai sejak pagi: berbenah, memasak, menyiapkan anak-anak, lalu mencuri waktu untuk take konten setelah semuanya terasa aman.
Ketika ada job visit, prioritas rumah tetap diselesaikan lebih dulu. Bagi Dhantie, ketenangan batin adalah fondasi penting agar ia bisa berkarya dengan fokus tanpa rasa bersalah.
Dukungan yang Menguatkan Langkah
Di balik konsistensinya, ada satu peran yang sangat menentukan: dukungan dari suami. Dukungan ini bukan tanpa batas, melainkan dibangun lewat kesepakatan dan komunikasi.
“Support system terbesarku adalah suami. Tanpa dia, aku nggak mungkin bisa jadi Danti yang sekarang dan fokus sebagai mom creator.”
Kalimat ini mencerminkan realitas banyak mom creator—bahwa pertumbuhan sering kali bukan hasil perjuangan tunggal, melainkan kerja sama yang saling menguatkan.
Bertumbuh Lewat Proses, Bukan Lompatan Instan
Perjalanan Dhantie tidak lepas dari proses belajar yang panjang: mengenal editing, voice over, hingga menghadapi rasa malu saat harus mengambil konten di ruang publik. Semua dijalani perlahan, dengan kesadaran bahwa setiap tahap adalah bagian dari pembelajaran.
Ia belajar membaca situasi, memahami ritme anak, serta mengenali celah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berkarya. Tidak selalu mulus, tetapi selalu bergerak.
Pesan untuk Pemula
Di akhir perjalanannya sejauh ini, Dhantie tidak memberi nasihat muluk. Pesannya justru sederhana dan membumi.
“Jangan takut untuk memulai. Karena dari memulai, kita jadi tahu kurangnya di mana, lalu bisa memperbaikinya. Dan yang paling penting, harus konsisten.”
Pesan ini terasa kuat karena lahir dari pengalaman, bukan teori. Sebuah pengingat bahwa langkah kecil yang konsisten sering kali lebih berarti daripada rencana besar yang tak pernah dijalankan.
Kisah Dhantie adalah potret tentang bagaimana peran sebagai ibu dan kreator bisa berjalan berdampingan—dengan proses, dukungan, dan keberanian untuk memulai dari apa yang ada. Sebuah perjalanan yang mungkin terasa sederhana, tetapi justru di sanalah letak kekuatannya.
Mampir ke akun Instagram Dhantie

Mulai perjalananmu
bersama Squad Ngonten
