Jeanitha: Ketika Komunitas Perempuan Menjadi Sandaran
Dunia Jeanitha seolah runtuh saat suaminya meninggal dunia dan ia tak bisa memilih selain menjadi single mom untuk ketiga anaknya. Untungnya, bumi masih berputar. Dukungan kecil dari segenap keluarga Squad Ngonten menjadi momen tak terlupakan baginya.
Dari Ibu Biasa ke Ruang Aman Bernama Komunitas
Sebelum hidupnya berubah, Jean adalah seorang ibu yang gemar membuat konten sederhana bersama anak-anaknya. Tahun 2023, ia mulai mengikuti berbagai challenge video sebagai bentuk eksplorasi diri—tanpa target, tanpa ambisi besar.
Salah satu challenge itu diselenggarakan oleh Squad Ngonten dalam rangka International Women’s Day. Jean ikut, karena merasa ini adalah ruang yang ramah bagi ibu-ibu sepertinya.
Ia tidak tahu bahwa keputusan kecil itu kelak menjadi pintu masuk menuju sebuah komunitas yang akan sangat berarti dalam hidupnya.
Apresiasi yang Membuat Perempuan Percaya Diri
Beberapa waktu kemudian, Jean kembali mengikuti challenge Hari Ibu. Video yang ia buat bersama anak-anaknya justru terpilih sebagai Juara 3.
Bagi Jean, yang saat itu masih sering ragu dengan kemampuannya sendiri, penghargaan ini terasa seperti pelukan. Bukan soal menang, melainkan tentang perasaan dihargai dan diterima apa adanya.
Di Squad Ngonten, Jean menemukan lingkungan yang tidak menuntut kesempurnaan. Ia bertemu dengan ibu-ibu lain yang sama-sama belajar, saling menyemangati, dan tumbuh bersama. Ada kelas upgrade, grup support, dan ruang aman untuk bertanya tanpa takut dihakimi.
Seiring waktu, Jean mulai menerima beberapa job kolaborasi dari Squad Ngonten. Perlahan, kepercayaan dirinya terbangun.
Jean bahkan diberikan kepercayaan oleh Squad Ngonten untuk menjadi perwakilan mengisi acara di Bunda Fest 2024.
“Tidak pernah menyangka bisa berada di atas panggung kala itu. Masya Allah.”

Ketika Perempuan Saling Menopang
Namun, ujian hidup datang tanpa permisi.
Suami Jeanita jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Jean pun kehilangan pasangan, teman berbagi, sekaligus sandaran emosional. Ia menjadi single mom bagi tiga anak—sebuah peran yang tidak pernah ia rencanakan, tetapi harus ia jalani.
Di titik inilah Squad Ngonten berusaha hadir lebih dekat: mencoba merangkul Jean sebagai manusia, bukan sebagai kreator.

Bukan Sekadar Komunitas
Kisah Jeanita Tiara adalah pengingat bahwa perempuan tidak harus selalu kuat sendirian. Bahwa di balik peran sebagai ibu, kreator, dan pekerja, perempuan tetap manusia yang berhak didengar dan ditopang.
Bagi Jeanita, Squad Ngonten bukan sekadar komunitas perempuan. Ia adalah sandaran.
Dan terkadang, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang bertahan.
Mampir ke Instagram Jean

Mulai perjalananmu
bersama Squad Ngonten
