Berapa Penghasilan Konten Kreator Ibu Rumah Tangga? Ini Jawaban dari Kreator
Penghasilan konten kreator ibu rumah tangga sangat bervariasi. Besarnya tergantung pada beberapa faktor utama, seperti jumlah followers, kekuatan personal branding, konsistensi konten, hingga relasi dengan brand, agensi, atau manajemen KOL (Key Opinion Leader).
Namun, sebenarnya berapa sih penghasilan yang realistis?
Berikut gambaran langsung dari pengalaman sejumlah kreator di komunitas Squad Ngonten.
Penghasilan Konten Kreator Pemula (Follower di Bawah 1000)
Pada tahap awal, menghasilkan uang dari konten memang belum mudah. Ini sebagaimana diungkapkan Mom Sovi (@soviardila).
Menurutnya, akun dengan follower di bawah 1.000 biasanya masih kesulitan mendapatkan job berbayar. Namun, di fase ini seorang konten kreator tetap peluang mengambil job barter.
“Di fase ini, fokus saja upload 1–2 reels per hari. Ambil job barter untuk bangun portofolio. Ikut komunitas biar bisa saling support dan belajar,” jelas Mom Sovi.”
Strategi utama di fase ini:
- Bangun konsistensi konten (1-2 reels IG per hari)
- Kumpulkan portofolio
- Perbanyak interaksi (likes, komen, share)
- Aktif di komunitas kreator (saling support follow)
Intinya, di fase ini “penghasilan” belum sepenuhnya jadi prioritas. Fokus yang lebih penting adalah membangun fondasi, yaitu habit dalam membagikan konten.
Untuk pembahasan lebih lengkap untuk pemula, kami telah membahas di Cara Menjadi Konten Kreator Ibu Rumah Tangga.
Penghasilan Konten Kreator Nano (1000+ follower)
Saat akun mulai menembus 1.000 follower, peluang monetisasi mulai terbuka.
Di level nano influencer, konten kreator ibu rumah tangga sudah bisa mendapatkan job berbayar kecil.
Menurut pengalaman Mom Sovi, fee per posting bisa dibayar antara Rp50.000–Rp100.000.
Contoh job:
- Endorse aplikasi e-wallet: Rp100.000 per posting (4 kali posting)
- Hadir di launching brand elektronik: Rp750.000 + makan + goodie bag
Menariknya, di fase ini justru brand sering mulai aktif menghubungi kreator melalui DM.
Kenapa?
Karena nano influencer biasanya punya engagement yang masih tinggi dan terasa lebih “real” bagi audiens.
Penghasilan Konten Kreator Mikro (10.000 s.d 100.000 follower)
Ketika akun berkembang ke level mikro, lonjakan penghasilan mulai terasa signifikan.
Contohnya adalah Mom Syifa (@syifarahmalia), ibu rumah tangga 2 anak, yang bisa mendapatkan fee Rp1.500.000 untuk satu kali review makanan di sebuah restoran.
Mom Syifa bahkan menjadi brand ambassador (BA) untuk ASI booster.
Mom Kinan (@kinandarydewi) yang juga menjadi influencer mikro, menambahkan bahwa ia bisa dapat fee sekitar Rp250.000-Rp2.000.000 untuk setiap satu job.
Evolusi Karier Konten Kreator Ibu Rumah Tangga
Dari pengalaman menjadi konten kreator, kini Mom Sovi, Mom Syifa, dan Mom Kinan telah berevolusi tidak sekadar menerima tawaran job, mengikuti brief, dan bikin konten.
Mereka telah menjadi ibu rumah tangga yang bekerja sama dalam komunitas untuk mengelola proses bisnis kreatif secara keseluruhan.
Artinya, konten kreator ibu rumah tangga bukan hanya kerjaan sampingan, tetapi juga bisa berkembang menjadi karier yang lebih serius di dunia kreatif.

Kesimpulan: Berapa Penghasilan Konten Kreator Ibu Rumah Tangga?
Dari pengalaman tim Squad Ngonten, secara sederhana penghasilan konten kreator ibu rumah tangga adalah sebagai berikut.
- < 1.000 follower → belum stabil (fokus portofolio)
- 1.000+ follower → Rp50.000 – Rp750.000 per job
- 10.000+ follower → Rp250.000 – Rp2.000.000+ per job
Semakin kuat personal branding dan konsistensi, semakin besar peluang penghasilan.
Mulai Jadi Konten Kreator Sekarang
Kalau kamu ingin mulai jadi konten kreator ibu rumah tangga, tetapi masih bingung harus mulai dari mana, kamu bisa bergabung bersama Squad Ngonten.
Siapa tahu, di sini kamu bisa dapat teman diskusi yang nyambung dan akhirnya tidak bingung sendirian.
Gabung komunitas akan mempercepat proses belajar, memperluas peluang job, dan membangun jaringan.
Yuk, mulai perjalananmu sekarang bersama Squad Ngonten.

