Farida Utami: Guru yang Mencuri Waktu untuk Tetap Berkarya
Di sela kesibukannya mengajar dan mengurus media sekolah, Farida Utami masih menyempatkan diri mengedit video untuk kontennya sendiri. Rutinitas sebagai guru tidak membuatnya berhenti berkarya. Justru dari keseharian itulah perjalanan Farida sebagai konten kreator dimulai.
Awalnya, ia sering merekam video bersama murid-muridnya di kelas. Saat itu, Farida belum benar-benar memahami bagaimana dunia konten bisa menghasilkan penghasilan tambahan.
Proses mencari ide, mengedit video, hingga membagikan konten ia pelajari sendiri secara otodidak.
“Ngonten membuat diriku semakin kreatif, banyak teman, menambah ilmu-ilmu baru,” ujarnya.
Apa yang awalnya hanya menjadi aktivitas sederhana di lingkungan sekolah perlahan berkembang menjadi pekerjaan kreatif yang memberinya peluang baru.
Farida kemudian diajak saudaranya untuk mulai mengikuti pekerjaan konten berbayar.
“Ada saudara yang mengajak ngonten untuk menghasilkan cuan. Akhirnya, sejak 2024, aku mulai mengikuti job ngonten.”
Di tengah perjalanan menjadi guru sekaligus kreator itulah Farida kemudian menemukan Squad Ngonten, sebuah komunitas yang membuatnya semakin berani berkembang.
“Squad Ngonten menurutku tempat di mana aku banyak belajar. Semenjak gabung di Squad Ngonten, aku sering ikutan challenge, dan juga sering apply job-job yang di-share di grup. Alhamdulillah, sering lolos.”
Dari challenge yang ia ikuti, Farida bahkan pernah mendapatkan hadiah tripod dan lensa macro. Pengalaman-pengalaman kecil seperti itu membuatnya semakin percaya diri untuk terus belajar dan mencoba hal baru di dunia konten kreator.
Meski begitu, perjalanan tersebut tetap memiliki tantangan, terutama dalam membagi waktu.
Sebagai guru sekaligus bagian dari tim media sekolah, Farida harus pandai mencuri waktu di tengah jadwal yang padat untuk menyelesaikan video-video pekerjaan maupun konten pribadi.
“Aku lebih effort di waktu banget sebenarnya, apalagi kalau pekerjaan guru lagi banyak-banyaknya, dan aku juga bagian dari tim media di sekolahku, luar biasa kan gimana sibuknya? 😃 Makanya kalau ada job visit, aku paling ambilnya sekali dua kali dalam sebulan.”
Dari perjalanan Farida, kita bisa melihat bahwa dunia kreatif tidak selalu dimulai dari studio atau peralatan mahal.
Kadang, semuanya berawal dari rutinitas sehari-hari, dari waktu yang dicuri di tengah kesibukan, dan dari keberanian untuk terus belajar secara perlahan.
Mampir ke Instagram Farida
Komunitas Squad Ngonten
Menjadi Perempuan yang Berkarya, Berdaya, dan Berdampak
Bangun skill kreatif bersama lingkungan yang supportif.







